by

Keshalehan Sosial di Masa Pandemi

Asep-Nugraha
By. Asep Nugraha

Mengasah Keshalehan Sosial di Masa Pandemi – Secara etimologi bahasa Arab, kata shalih berasal dari shaluha – yasluhu – shalahan yang artinya baik , tidak rusak, dan patut.

Pemahaman shalih secara istilah, kita bisa merujuk ke QS At Taubah : 102 yang artinya : “Mereka mencampur amalan yang shalih dan yang lain amalan yang jelek”

Konteks ayat di atas secara jelas menyampaikan bahwa amalan shalih kebalikan dari amalan yang jelek. Artinya shalih bermakna perbuatan yang membawa kebaikan kepada diri sendiri.

Imam Al Ghazali, cendekiawan muslim yang memadukan pemahaman teologi, tasawuf dan filsafat yang hidup di zaman dinasti Bani Saljuk, membedakan makna shalih dan muslih.

Kemudian, apa bedanya ?

Dalam kitabnya yang terkenal Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali mendefinisikan shalih sebagai perbuatan kebaikan yang dimensi kebaikannya masih dirasakan untuk diri sendiri. Sedangkan muslih diartikan perbuatan baik yang dimensi kebaikannya dirasakan diri sendiri dan orang lain dengan jangkauan sosial yang lebih luas. Dengan kata lain muslih artinya shalih secara sosial.

Seorang muslih atau shalih secara sosial memiliki kemampuan mendistribusikan kebaikan kepada orang lain tidak hanya disimpan untuk pribadi sendiri. Ada dua misi yang hendak dicapai dalam keshalehan sosial :

  1. Mengajak orang lain melakukan kebaikan-kebaikan sesuai petunjuk kebenaran Al Qur’an dan As Sunnah
  2. Saling berwasiat dalam kesabaran dan kebenaran sebagaimana petunjuk QS Al Ashr ayat 3.

Dalam kehidupan sosial yang heterogen, ada kalanya kita mendistribusikan kebaikan tidak perlu hanya dengan ceramah tetapi kebaikan-kebaikan yang diperlihatkan dalam pergaulan sosial jauh atau disebut Keshalehan Sosial lebih memberikan kesan. Ada banyak petunjuk kebaikan dalam teks kitab suci yang memberikan dorongan agar kita lebih aktif dan banyak memberikan porsi keshalihan sosial. Beberapa sikap shalih secara sosial antara lain menyantuni anak yatim, bersedekah dan berbagi, menjaga hak tetangga, mengantar jenazah dan sebagainya. Balasan pahalanya pun jauh berlipat ganda. Penilaian kebaikan dari lingkungan sosial itulah kesan yang bermakna shalih secara sosial.

Era pandemi covid-19 selama berbulan-bulan telah membuat terpuruk kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Kehilangan pekerjaan dan pendapatan tentu saja berdampak sosial yang tinggi. Putus asa, depresi, hampa, bingung dan mental negatif lainnya itu yang dirasakan. Berharap kepada pemerintah untuk menuntaskan masalah di saat pandemi tentu saja tidak cukup dan bukan solusi. Pemerintah sangat berat bebannya memikirkan solusi segala aspek mengatasi pandemi ini. Keshalihan sosial menjadi peluang dan solusi bagi setiap pribadi untuk saling menguatkan dan mencerahkan lingkungan sosialnya yang secara nyata terdampak ekonominya akibat pandemi.

Sudahkan kita setiap harinya ada komitmen berbagi ? menyisihkan sebagian rezeki untuk menyambung makan tetangga, membeli barang dagangannya tanpa menawar bahkan memberi lebih, dan kebaikan-kebaikan lainnya yang saat ini begitu mereka rindukan sebagai penawar jiwa yang resah, terhimpit, dan bingung. Roda ekonomi sedemikian beratnya berputar. Para pelaku usaha dominannya merasa pesimis bisnisnya akan bertahan dalam 3-6 bulan ke depan apalagi kalau wabah berlangsung hingga tahunan. Mati suri. Gelombang PHK terjadi di mana-mana. Beban ekonomi masyarakat yang terdampak makin berat dirasakan karena tidak siap apa pun.

Ada sabda Nabi yang perlu kita renungi lebih dalam lagi, menjadi motivasi dan diaktualisasikan dalam berkehidupan sosial di era pandemi :

“Orang yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain” (HR Thabrani)

“Siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan kesusahannya di hari kiamat. Siapa memudahkan orang yang kesulitan maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya” (HR Muslim)

Selamat menikmati jamuan ibadah Ramadhan. Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk-Nya kepada kita semua agar diberi kesabaran, kekuatan, dan keselamatan di masa pandemi.

News Feed