by

Momentum Kemenangan Diri dan Bangsa

taufiq-amrullah
By. Taufiq Amrullah, ME
PROGRESS INDONESIA
Research & Consulting

Momentum Kemenangan — Sebuah lukisan besar menyatu dengan dinding masuk ke Panorama 1453 di Istanbul. Studio bernuansa 4 dimensi yang melukiskan penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al Fatih atau Mehmed II.

Lukisan ini menggambarkan bagaimana pasukan Al Fatih menarik dan mendorong kapal-kapal perang mereka ke atas bukit melewati rantai raksasa yang di pasang oleh pasukan Konstantin. Lalu selanjutnya meluncurkan kembali kapal-kapal tersebut dari atas bukit ke laut, tepat ke jantung pertahanan musuh. Sebuah ide cemerlang Al Fatih yang sama sekali tidak diduga dan terpikirkan musuh dan ahli strategi perang manapun.

Itulah “momen wow” yang menjadi momentum penaklukan hingga pertempuran besar terakhir terjadi lalu kemenangan diraih pasukan Al Fatih. Setelah sekian lama pertempuran dan pengepungan, akhirnya berhasil. Setelah berganti beberapa generasi, akhirnya kemenangan diraih. Ide menarik kapal perang ke atas bukit itulah pemicu kemenangannya.

Al Fatih berkali-kali hampir putus asa. Tapi berkat keyakinan, kegigihan dan ide cemerlang yang tak masuk akal tersebut, gerbang imperium Romawi Timur terbuka dan dimulailah penaklukan di wilayah Eropa. Sejarah berubah. Kesultanan Ottoman telah memutus peradaban Romawi, peradaban telah berganti, sesuai sabda Nabi.

Membakar Kapal

Sejarah momen kemenangan pun terjadi pada penaklukan Andalusia. Ketika panglima perang Tariq bin Ziyad membakar semua kapal perang yang mengangkut pasukannya, agar tak ada pikiran mundur dalam pertempuran. Padahal pasukan musuh 3 kali lipat jumlahnya.

Dengan “membakar kapal” akan mengangkat moral pasukan berkali lipat, karena pilihan mundur dan kembali tak ada lagi. Hanya ada pilihan menang atau syahid dalam pertempuran. Peristiwa perang di penghujung Ramadhan tersebut pada akhirnya dimenangkan pasukan Islam pada awal bulan Syawal.

Membakar kapal adalah heroisme luar biasa, memutus peluang kembali ke zona nyaman dan gigantisme masa lalu. Pilihan terus merangsek masa depan adalah pilihan cerdas yang memberi perubahan. Peristiwa membakar kapal inilah yang menjadi “momen wow” membuka penyebaran Islam ke seantero eropa yang meraih keemasannya hingga 800 tahun.

Kita berada di ujung Ramadhan dengan harapan kemenangan jati diri kita. Tempaan Ramadhan dengan pengendalian diri yang kuat adalah momen untuk memutus keterikatan negatif dengan masa lalu. Kita telah membakar kapal masa lalu dan hanya ada pilihan untuk terus maju. Kita juga telah bersungguh-sungguh beribadah menggapai ridhoNya, berharap berkah Ramadhan dan kemuliaan Lailatul Qadr yang mengubah perjalanan hidup ke depan.

Buah Ramadhan bisa jadi terwujud dalam pengendalian diri yang kuat dan lahirnya ide cemerlang. Ide Al Fatih menarik kapal ke atas bukit atau ide Tariq bin Ziyad membakar kapal perang untuk terus maju, adalah ide yang mengubah jalannya sejarah dan peradaban dunia. Ide besar yang membuat eropa disinari cahaya Islam, dan dunia dinaungi keberkahan.

Semoga Allah SWT memberi kita dan bangsa Indonesia petunjuk dengan ide dan narasi perubahan. Lalu lahir “momen wow” yang mengubah sejarah masa depan menjadi lebih baik. Dinaungi keberkahan yang berangkat dari kemuliaan Ramadhan. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

News Feed