by

Nasihat Perpisahan Dengan Ramadhan

Nasihat Perpisahan — “Meski telah berakhir bulan Ramadhan, maka hak Allah tidak berakhir, kecuali dengan kematian

“Dan sembahlah Rabbmu hingga mendatangimu kematian.” [QS. Al Hijr : 99]

Allah SWT adalah Rabb Ramadhan, Rabb Syawwal, Rabb seluruh bulan, maka bertakwalah kalian dalam setiap bulan.

Peliharalah agama kalian. Peliharalah agama kalian. Peliharalah agama kalian dalam seluruh hidup kalian. Karena itulah modal kalian di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala dan itu adalah keselamatan kalian dari neraka.

Maka peliharalah agama kalian dan pegang teguhlah pada setiap bulan dan waktu.

Bulan Ramadhan dilanjutkan dengan syukur, istighfar, serta kegembiraan dengan keutamaan Allah.
Dia yang telah memberi kita kesempatan untuk puasa dan salat padanya. Kita gembira dengan nikmat ini.

Kita tidak gembira dengan selesainya bulan!
Kita gembira karena kita bisa menyempurnakannya dengan beribadah kepada Allah.
Karena inilah kita bergembira.

“Katakanlah dengan keutamaan Allah dan rahmat-Nya. Dengan itulah hendaknya kalian bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” [QS. Yunus:68]

Waspada kita dari banyak kesia-siaan, permainan, dan lalai, serta berpaling dari ketaatan kepada Allah.

Karena setan semangat untuk mengugurkan amalan kalian dan menghapus apa yang telah kalian lakukan dari kebaikan.

Setan menghiasi sebagian manusia, jika selesai Ramadhan, dia menjadi bebas, merdeka, seolah dia keluar dari penjara. Maka dia pun memuaskan dirinya dalam kesia-siaan, permainan, dan kelalaian, serta menyia-nyiakan salat, juga kemungkaran lainnya.

Jangan, jangan kita mengurai apa yang telah kita tenun. Seperti orang yang mengurai tenunannya, setelah kuat, menjadi tercerai berai.

Bertakwalah, hamba Allah!
Pelihara apa yang telah kalian amalkan dari amalan saleh.

Bertobatlah kepada Allah dari kekurangan dan kesalahan kita. Karena Allah mengampuni siapa yang bertobat kepada-Nya.” Nasihat perpisahan

Mereka bersedih ketika id ….

Suatu ketika, Umar bin Abdul Aziz berkhotbah pada saat Idul Fitri. Dalam isi khotbahnya, beliau berpesan, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian telah berpuasa karena Allah selama 30 hari dan kalian melaksanakan shalat tarawih selama 30 malam. Di hari ini, kalian keluar (di lapangan), mengharap kepada Allah agar Dia menerima amal kalian. Dahulu, ada sahabat yang kelihatan bersedih ketika Idul Fitri. Suatu ketika, ada seorang sahabat yang bersedih, kemudian ditanya, ‘Ini adalah hari kebahagiaan dan kegembiraan (mengapa kamu malah bersedih)?’ Dia menjawab, ‘Betul, namun aku hanyalah seorang hamba, yang diperintahkan Tuhanku untuk beramal karena-Nya, dan aku tidak tahu apakah Dia menerima amalku atau tidak.’”

News Feed