by

Kerupuk Melarat yang Kian ‘Melarat’

Pada bagian lain terasnya, terhampar adonan-adonan kerupuk ini yang tengah dijemur di bawah terik matahari. Di salah satu bagian sudut lain rumah, tampak kesibukan yang berlangsung ramai sekedarnya.

Di bagian rumah yang disebutnya pabrik pengolahan itu, berlangsung aktivitas produksi kerupuk. Tak banyak orang di dalam ruang produksi, hanya 7 pekerja saja.

Dari jumlah itu, sedikitnya 3 orang bekerja hilir mudik dari dalam pabrik membawa tampah panjang dari anyaman bambu, ke halaman rumah untuk menjemur barisan adonan kerupuk.

Cuaca panas pertanda baik bagi usaha yang digeluti warga Desa Gesik, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon, ini. Di desa yang belakangan menyandang sebutan Kampung Produktif tersebut, Eli memulai usahanya sejak sekitar 1980.

“Kalau mataharinya bagus (terik), setengah hari juga kering. Kalau 2 hari enggak kering bisa berjamur dan harus dibuang,” ujarnya.

Yang dia maksud adalah adonan kerupuk ini hasil olahan dari tepung tapioka, garam, ditambah pewarna makanan. Dibentuk persegi panjang, kerupuk melarat hadir dalam 3 warna berbeda, masing-masing putih, kuning, dan merah/merah muda.

Di Desa Gesik, tampah-tampah dengan adonan kerupuk di atasnya yang tengah dijemur di halaman rumah, nyaris jamak terlihat.

Tak sedikit di antara penduduknya merupakan pelaku usaha rumahan kerupuk melarat. Setidaknya terdapat 2 jenis usaha, masing-masing produsen kerupuk melarat mentah dan kerupuk melarat matang.

Eli menjadi salah satu produsen kerupuk melarat mentah. Hasil produksinya dia jual kepada para pedagang kerupuk melarat yang akan mengolahnya kembali dan menjualnya secara matang.

Untuk 1 kg kerupuk melarat mentah, dia jual seharga Rp15.000. Eli tak pelit memberi potongan harga menjadi Rp13.000/kg bagi pelanggan yang membelinya dalam jumlah lebih banyak.

Selama ini usahanya telah mengundang pelanggan dari beragam daerah, seperti daerah-daerah di Wilayah Cirebon hingga Brebes dan Tegal.

“Tapi, sekarang enggak ada pelanggan dari luar kota. Paling jauh sekarang mah dari Majalengka dan Indramayu saja,” cetusnya.

News Feed