by

Mahkamah Agung ‘Diskon’ Hukuman Koruptor, KPK Kecewa

Perdananews Cirebon — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) prihatin atas putusan peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung atau MA yang men diskon masa hukuman bekas Wali Kota Cilegon, Tubagus Iman Ariyadi. Keputusan tersebut dianggap menjadi “angin segar” bagi para koruptor.

“Di sisi lain, putusan demikian juga tidak mendukung upaya pemerintah dalam perang melawan korupsi saat ini,” Pelaksana Tugas (Plt) Juru bicara Bidang Penindakan KPK, Ali Fikri, dalam keterangannya, Kamis (10/9).

Iman tersandung dalam kasus suap perizinan pembangunan Mal Transmart di Kota Cilegon, Banten. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Serang menjatuhi hukuman enam tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider tiga bulan kurungan kepadanya.

Sementara itu, putusan PK MA men diskon dua tahun. Sehingga, Iman hanya menjalani empat tahun bui dan denda Rp250 juta subsider dua bulan kurungan. Mahkamah Agung ‘Diskon’ Hukuman

Lebih lanjut, Ali menjelaskan, setidaknya KPK mencatat lebih dari 15 perkara yang ditanganinya mendapatkan pengurangan hukuman pada tingkat PK dalam kurun waktu 2019-2020. Meski demikian, pihaknya tetap menghormati putusan majelis hakim tersebut.

Saat ini, dirinya menyampaikan, KPK berharap Mahkamah Agung segera mengirimkan salinan putusan perkara tersebut agar bisa lekas dipelajari.

“Beberapa perkara PK yang telah diputus majelis hakim, KPK belum mendapatkan salinannya, sehingga tidak tahu pertimbangan apa yang menjadi dasar pengurangan hukuman tersebut,” jelasnya.

News Feed