by

Peninggalan Gubernur Jenderal Raffles di Cirebon

Perdananews Cirebon — Peninggalan Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles berupa beberapa benda di Keraton Kanoman Cirebon. Satu dari tiga benda tersebut pernah digunakan sebagai penanda waktu salat.  

Juru Bicara Kesultanan Kanoman Cirebon Ratu Raja Arimbi Nurtina menerangkan ketika Raffles berkuasa di Hindia Belanda pada tahun 1811-1816 masehi, ia pernah berkunjung ke Keraton Kanoman Cirebon.

Selain berkunjung, Raffles pun memberikan cinderamata ke Sultan Komarudin II atau Sultan Kanoman VI.  Peninggalan Gubernur Jenderal Raffles berupa lonceng, kacip dan mesin jahit.

“Ketiga benda tersebut yaitu, sebuah lonceng, kacip atau alat pemotong tembakau, dan mesin jahit buatan Inggris,” katanya

Dia menerangkan ketiga hadiah tersebut merupakan bukti adanya pengakuan dan penghormatan Pemerintah Kolonial Inggris kepada Kesultanan Kanoman Cirebon sebagai salah satu kesultanan yang mempunyai pengaruh di Nusantara.  

“Dalam kurun lima tahun masa pemerintahan Raffles, Keraton Kanoman mendapat kunjungan kehormatan,” katanya.  

Sambungnya, ketika itu, Jawa dan Sumatera pada tahun 1811-1816 masehi berada di bawah kekuasaan Kerajaan Inggris.

Sesuai dengan kesepakatan konvensi London yang secara rahasia ditandatangani bersama dengan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.  

Arimbi menjelaskan lonceng buatan Inggris itu kemudian dikenal dengan nama Lonceng Gajah Mungkur yang bermakna seperti hewan gajah yang sedang membelakangi.   

“Lonceng Gajah Mungkur berada di sebelah selatan Langgar Keraton. Bangunan tempat lonceng terpengaruhi gaya Eropa, bagian bawahnya pernah dijadikan garasi mobil Sultan dan atasnya tempat lonceng,” jelasnya.   

Karena keberadaannya dekat dengan Langgar Kraton, Lonceng Gajah Mungkur pernah difungsikan sebagai pertanda waktu salat, menggantikan peran bedug.

Rutin sehari lima kali dibunyikan, namun saat ini sudah tidak difungsikan lagi.   

“Terakhir digunakan sebagai pertanda waktu shalat tahun 1970-80an. Tetapi sesekali digunakan ketika upacara panjang jimat saat Muludan,” pungkasnya.

News Feed