by

Tolak Suntik Vaksin Sinovac, Penjara dan Denda 100 Juta Menanti

PERDANANEWS CIREBON — Tolak Suntik Vaksin Sinovac, Penjara dan Denda 100 Juta Menanti, Rabu 13 Januari 2021 ini menjadi hari perdana pelaksanaan vaksinasi massal Covid-19 untuk seluruh rakyat Indonesia.

Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang diberikan suntik vaksin Sinovac. Pemberian vaksin Covid-19 ini bersifat wajib bagi seluruh rakyat Indonesia dan gratis tidak dikenakan biaya apapun juga.

Namun jangan lupa ancaman pidana berupa penjara dan denda sebesar 100 juta telah menanti bagi siapa saja yang tolak untuk suntik vaksin Sinovac Covid-19 ini.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Hukum dan HAM Eddy Hiariej melalui YouTube PB Ikatan Dokter Indonesia berjudul “Webinar Nasional: Kajian Hukum, Kewajiban Warga Negara Mengikuti Vaksinasi” yang telah diunggah pada akhir pekan kemarin.

Eddy Hiariej mengatakan “Jika ada warga negara yang tidak mau divaksin, maka bisa dikenakan sanksi. Bisa berupa denda, bisa berupa penjara bisa juga kedua-duanya,” ujarnya

Pernyataan Eddy ini dilandasi UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Berikut isi pasal 93 UU No 6/2018: 

“Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).”

Eddy menegaskan bahwa suntik vaksin ini merupakan kewajiban bagi masyarakat. Vaksinasi merupakan kewajiban dalam rangka menghormati hak  orang lain untuk mendapatkan pemenuhan kesehatan secara layak. 

News Feed