by

Soal Banjir di Kalsel ICEL Kritisi Pernyataan Jokowi

PERDANANEWS CIREBONSoal Banjir di Kalsel ICEL Kritisi Pernyataan Jokowi Pada saat kunjungan kerjanya ke Kalimantan Selatan meninjau korban banjir, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi.

“Curah hujan yang sangat tinggi hampir 10 hari berturut-turut sehingga daya tampung Sungai Barito yang biasanya menampung 230 juta meter kubik sekarang ini masuk air sebesar 2,1 miliar kubik air sehingga memang meluap di 10 kabupaten dan kota,” kata Jokowi.

Namun lembaga Indonesia Centre Environment Law (ICEL) atau Pusat Hukum Lingkungan Indonesia yang bergerak dalam bidang penelitian dan pengembangan hukum lingkungan, advokasi dan pemberdayaan masyarakat mengkritisi pernyataan jokowi tersebut. ICEL mengatakan bahwa banjir di Provinsi Kalimantan Selatan kali ini, tidaklah hanya disebabkan oleh faktor tunggal curah hujan yang semakin tinggi.

Tetapi lanjut ICEL, terdapat kontribusi negatif dari alih fungsi lahan yang tidak seimbang antara pemanfaatan dan perlindungan lingkungan. Hal ini tentunya perlu menjadi refleksi kita bersama khususnya bagi pengambil kebijakan.

Soal Banjir di Kalsel Direktur Eksekutif ICEL Raynaldo G Sembiring memaparkan bahwa, dalam konteks kebijakan pengelolaan LH-SDA dan potensi dampaknya terhadap bencana ICEL mengusulkan yang harus segera dilakukan pemerintah sebagai pengambil kebijakaan saat ini adalah:

News Feed