by

Demokrasi Jamin Kebebasan Berpikir, Berkeyakinan dan Beragama

PERDANANEWS CIREBONDemokrasi Indonesia Jamin Kebebasan Berpikir, Berkeyakinan dan Beragama, Menyikapi perkembangan kasus ‘pemaksaan’ seseorang atau untuk mengenakkan atribut atau simbol agama tertentu.

Amnesty Internasional Indonesia mengingatkan pada semua pihak Konstitusi Indonesia dan lembaga hak asasi manusia internasional telah menetapkan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan berpikir, keyakinan dan beragama. Tidak seorang pun dapat dipaksa sehingga terganggu kebebasannya untuk menganut atau menetapkan agama atau kepercayaannya sesuai dengan pilihannya.

Dalam pasal 18 Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik (ICCPR), hak ini mencakup kebebasan menetapkan agama/ kepercayaan atas pilihan sendiri, dan kebebasan menjalankan agama dan kepercayaannya dalam kegiatan ibadah, pentaatan, pengamalan, dan pengajaran (cont).

Baik secara sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain, baik di tempat umum maupun tertutup.

Selain itu, Pasal 5 Komentar Umum No.22 terkait Pasal 18 ICCPR juga melarang pemaksaan yang mengganggu hak orang lain memilih agama/ keyakinan sesuai kepercayaannya, termasuk ancaman kekerasan maupun sanksi lainnya yang memaksa orang lain menganut suatu agama/ keyakinan tertentu.

Konstitusi dan sistem demokrasi Indonesia jamin kebebasan berpikir, berkeyakinan dan beragama. Pasal 28E UUD 1945 menjamin setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya. Pasal 29 ayat (2) UUD 1945 juga menyatakan bahwa negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama.

Hak ini juga telah dijamin dalam Pasal 22 UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia, yang menyatakan bahwa setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya.

News Feed