by

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Melorot KPK Punya Peran

PERDANANEWS CIREBON — Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia melorot drastis, dari peringkat 85 (skor 40), sekarang jadi peringkat 102 (skor 37) dari 180 negara.

Kenapa hal ini bisa terjadi lalu bagaimana komitmen pemerintahan jokowi dalan pemberantasan korupsi di Indonesia ??

Menurut ICW gerakan antikorupsi di ambang bahaya. Indeks persepsi korupsi Indonesia, melorot tiga poin—berada di bawah negara tetangga, termasuk Timor Leste.

ICW mengatakan setidaknya ada tiga faktor yang melatarbelakangi merosotnya IPK Indonesia pada tahun 2020 lalu.

Pertama orientasi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pemberantasan korupsi tidak jelas. Hal ini ditunjukkan melalui berbagai kebijakan yang dibuat tidak sedikitpun memihak pada pemberantasan korupsi melainkan memihak pada oligarki pengesahan UU Omnibuslasw Cipta Kerja.

Kedua reformasi penegakkan hukum dalam kaitannya dengan pemberantasan korupsi gagal dilakukan oleh pemerintah. Kegagalan ini ditunjukkan melalui data penindakan kasus korupsi oleh KPK yang menurun drastis sepanjang tahun 2020.

Ketiga, kinerja KPK berpengaruh besar pada penurunan IPK Indonesia. ICW melihat kinerja KPK menurun. Lembaga antirasuwah ini lebih banyak melahirkan kontroversi ketimbang prestasi, setidaknya pasca pelantikan komisioner baru. Hal ini tentu tidak bisa dilepaskan begitu saja dari keputusan politik pemerintah dan DPR dalam memilih komisioner KPK.

Pelemahan KPK dan keberadaan Undang-Undang Cipta Kerja memicu penurunan indeks persepsi korupsi Indonesia. Ditambah perilaku partai politik yang koruptif ketika hendak mengisi jabatan publik memperburuk persepsi publik.

ICW mengatakan anjloknya IPK Indonesia harus disikapi secara serius.

News Feed