by

Nasehat Fahri pada Mahfud MD, Soal Cap Radikalisme pada Din Syamsudin

PERDANANEWS CIREBON — Nasehat Fahri pada Mahfud MD menyoal laporan GAR ITB terhadap Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin yang di capnya sebagai penganut paham radikalisme.

Mahfud MD dalam akun twitternya mengatakan bahwa Din Syamsudin bukanlah seorang penganut paham radikalisme seperti yang dilaporkan oleh GAR ITB.

Pemerintah tdk prnh menganggap Din Syamsuddin radikal atau penganut radikalisme. Pak Din itu pengusung moderasi beragama (Wasathiyyah Islam) yg jg diusung oleh Pemerintah. Dia jg penguat sikap Muhammadiyah bhw Indonesia adl “Darul Ahdi Wassyahadah”. Beliau kritis, bkn radikalis

Menanggapi pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD ini politikus Partai Gelora Indonesia Fahri hamzah mengatakan pemerintah harus merubah atau memperbaiki sikapnya terhadap fenomena konflik yang terjadi di dunia media sosial ini apalagi berpihak pada salah satunya.

Fahri beri nasehat pada Mahfud MD bahwa cara pemerintah melihat persoalan perlu diperbaiki prof. Jangan dipersonalisasi. Ini bukan soal pak din dan pak itu atau pigai dan abu janda…ini soal posisi negara ditengah hingar bingar media sosial. Mengapa “fasilitas” yg meng-“ekstensi” konflik di dunia maya dibiarkan ada?

Prof,
Negara sedang bingung dengan warganya yang bising dan bertengkar soal2 gak jelas. Padahal negara memfasilitasi panggung gak jelas itu lengkap dengan ring tinjunya. Udah gitu negara juga nampak berpihak dalam sengketa. Tambah gaduhlah suasana di tengah pandemi corona.

Prof,
Jika negara berhenti memfasilitasi pertengkaran remeh temeh soal percakapan whatsapp dan media sosial, soal anonim memfitnah dan dua tiga individu saling serang di dunia maya, maka damailah negeri ini. Negeri demokrasi memang bising karena bebas, yg penting negara adil.

News Feed